Suka yang Manis-manis (2/4)

“Ayo, Billy! Jawab!” Rena menunjuk Billy yang sedang menunduk sembunyi di balik punggung teman di depannya.

Billy kaget. Sontak dia mengangkat kepalanya dari persembunyian.

Dengan percaya diri dan cepat dia menjawab, “Yang manis-manis, Bu Guru! Contohnya seperti permen-permen, coklat-coklat, dan biskuit-biskuit yang Oreo dan Chikichiki manis. Yang pedas-pedas mereka tidak suka makan, Bu Guru.”

Kontan seisi kelas tertawa. Kelas menjadi gaduh. Rena marah.

“Biiilllllly!!! Apa?! Apa-apaan itu jawabanmu?! Kamu mau melawak ya?! Telingamu mana, Billy? Tadi sudah dijelaskan tapi kok jawabanmu asal saja?! Lupa?! Keterlaluan! Begini, Billy. Mungkin kalau hidungmu tidak menempel di kepalamu, kamu juga sudah lupa untuk tempel lagi atau lupa taruh di mana. Setiap hari kok ngawur? Nggak ada yang benar yang kamu lakukan. Guru menerangkan, kamu malah sembunyi. Itu namanya malas, Billy. Nakal! Tidak mau belajar. Mau jadi apa kamu?!” marah Rena kepada Billy.

Billy hanya terdiam terpana. Matanya melotot bulat karena ketakutan dan kaget dengan reaksi gurunya itu. Jantungnya berdebar keras dan cepat. Kalau bukan anak yang kuat, Billy sudah pingsan.

Keluaaaar

“Keluar kamu, Billy! Kelu-w-a-a-a-a-r-r-r!” perintah Rena kepada Billy.

Kelas menjadi senyap kembali. Beberapa murid saling pandang dan menahan napasnya.

“KELUAR!” teriak Rena kepada Billy sekali lagi.

Billy malu. Dia berjalan ke luar kelasnya. Kepalanya tertunduk. Dadanya sesak. Kedua tangannya mengepal keras seperti batu. Billy tidak sedih. Billy sangat marah dan sedang menahan amarahnya. Semakin ditahan amarah itu, semakin bencilah dia kepada Rena, gurunya. Akan tetapi, Billy berusaha keras menahan emosinya. Dia menimbang-nimbang tindakannya dengan logika anak-anak. Banyak hal yang dipertaruhkan jika dia memukul gurunya. Billy bisa dilarang bersekolah untuk sementara waktu, tidak dinaikkelaskan, atau bahkan dikeluarkan dari sekolahnya. Billy menelan mentah amarahnya. Hari itu, Billy menghabiskan waktunya di depan kelas sampai jam belajar pelajaran I.P.A. selesai. Billy menyendiri.

(Bersambung)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s